Gigi patah setengah bisa terjadi secara tiba-tiba. Misalnya saat sedang makan sesuatu yang keras, terkena benturan, atau gigi memang sudah lama mengalami kerusakan. Kondisi ini tentu bikin kaget apalagi kalau bagian gigi yang patah cukup besar.
Yang perlu diketahui, gigi patah tidak selalu langsung terasa sakit. Ada juga orang yang giginya patah tetapi hanya merasa bagian gigi menjadi tajam atau bentuknya berubah. Walaupun tidak sakit, gigi tetap sebaiknya diperiksa supaya bisa diketahui seberapa dalam kerusakannya.
Untuk kamu yang ingin memeriksakan gigi patah tersebut bisa datang langsung ke klinik gigi Opal Dental yang berada di cabang Jogja atau Jakarta.
Kenapa Gigi Bisa Patah Setengah?

Ada beberapa hal yang bisa membuat gigi patah. Salah satunya adalah gigi yang sudah melemah karena lubang atau kerusakan yang cukup besar. Semakin banyak bagian gigi yang hilang, semakin mudah gigi tersebut mengalami patah ketika mendapat tekanan.
Selain itu benturan juga bisa menjadi penyebab. Gigi bisa patah setelah terjatuh, terkena benda keras, kecelakaan, atau mengalami benturan saat berolahraga. Kebiasaan menggigit benda keras juga bisa memberikan tekanan yang tidak baik untuk gigi.
Gigi Patah Setengah Tapi Tidak Sakit, Apakah Aman?
Gigi patah setengah tapi tidak sakit bukan berarti kondisinya pasti aman. Rasa sakit sangat dipengaruhi oleh bagian gigi yang mengalami kerusakan. Kalau patahannya belum mengenai bagian dalam gigi, rasa sakit mungkin tidak terlalu terasa.
Tetap saja, bagian gigi yang patah bisa menjadi lebih rentan terhadap kerusakan berikutnya. Apalagi kalau patahannya membuat bagian dalam gigi lebih mudah terkena makanan dan bakteri. Jadi tidak adanya rasa sakit bukan alasan untuk membiarkannya begitu saja.
Apa yang Terjadi Kalau Gigi Patah Dibiarkan?
Gigi yang sudah patah bisa mengalami kerusakan lebih lanjut jika tidak ditangani. Bagian yang tersisa mungkin menjadi lebih rapuh dan bisa patah lagi ketika digunakan untuk mengunyah.
Kalau kerusakannya sampai mengenai bagian dalam gigi, keluhan seperti sakit gigi atau sensitif terhadap makanan dan minuman bisa muncul. Karena itu semakin cepat diperiksa, semakin mudah dokter menentukan pilihan perawatannya.
Apakah Gigi Patah Setengah Bisa Diperbaiki?
Bisa, tetapi tergantung kondisi giginya. Dokter gigi perlu melihat seberapa besar bagian gigi yang patah dan apakah bagian dalam gigi ikut terkena.
Untuk patahan tertentu, gigi bisa diperbaiki menggunakan bahan tambal atau restorasi. Pada kondisi lain, dokter bisa mempertimbangkan penggunaan crown mahkota jaket untuk menutupi dan melindungi gigi yang sudah kehilangan cukup banyak bagian.
Bagaimana Kalau Gigi Patah Sampai Bagian Dalam?
Kalau patahan cukup dalam dan bagian saraf atau jaringan dalam gigi ikut terkena, perawatannya bisa berbeda. Dokter mungkin perlu melakukan perawatan saluran akar sebelum gigi diperbaiki kembali.
Hal ini tidak bisa ditentukan hanya dengan melihat gigi dari luar. Dokter biasanya akan memeriksa kondisi gigi dan bisa melakukan pemeriksaan tambahan jika memang diperlukan. Jadi jangan langsung menyimpulkan gigi harus dicabut hanya karena patah cukup banyak.
Apakah Gigi Patah Harus Dicabut?
Tidak semua gigi patah harus dicabut. Selama gigi masih memungkinkan untuk dipertahankan, dokter biasanya akan melihat pilihan perawatan yang sesuai dengan kondisinya.
Pencabutan bisa menjadi pilihan kalau gigi sudah mengalami kerusakan yang sangat parah dan tidak memungkinkan untuk dipertahankan. Keputusan tersebut sebaiknya dibuat setelah pemeriksaan langsung, bukan hanya berdasarkan seberapa besar bagian gigi yang terlihat patah.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Gigi Baru Patah?
Kalau baru saja mengalami gigi patah, jangan langsung mencoba menarik bagian gigi yang masih menempel. Hindari juga menggigit makanan keras menggunakan sisi tersebut.
Kalau ada potongan gigi yang terlepas, simpan potongan tersebut dan bawa saat pergi ke dokter gigi. NHS menyarankan potongan gigi yang patah dapat disimpan dalam susu atau air liur sampai dibawa untuk diperiksa. Pada kondisi tertentu, dokter mungkin masih bisa memanfaatkan potongan tersebut.
Bolehkah Tetap Mengunyah dengan Gigi yang Patah?
Sebaiknya hindari menggunakan gigi yang patah untuk menggigit makanan keras. Tekanan tambahan bisa membuat bagian gigi yang tersisa mengalami kerusakan lebih jauh.
Untuk sementara pilih makanan yang lebih lembut dan gunakan sisi mulut yang tidak bermasalah. Cara ini bukan untuk mengobati gigi, tetapi bisa membantu mengurangi tekanan sambil menunggu pemeriksaan.
Cara Mengatasi Gigi Patah di Rumah
Tidak ada cara rumahan yang bisa benar-benar menyambungkan kembali gigi yang sudah patah. Perawatan yang tepat tetap membutuhkan pemeriksaan dokter gigi.
Sambil menunggu jadwal pemeriksaan, jaga area tersebut tetap bersih dan hindari makanan yang terlalu keras, panas, atau dingin kalau membuat gigi terasa tidak nyaman. Jangan mencoba menempelkan bagian gigi menggunakan lem atau bahan lain yang bukan untuk keperluan medis.
Kapan Harus Segera ke Dokter Gigi?
Sebaiknya periksa lebih cepat kalau gigi patah disertai rasa sakit yang cukup kuat, perdarahan, bengkak, atau gigi menjadi sangat sensitif. Gigi yang patah akibat benturan juga sebaiknya diperiksa untuk melihat apakah ada kerusakan lain.
Kalau muncul bengkak pada wajah atau rahang, demam, sulit membuka mulut, atau sulit menelan dan bernapas, jangan ditunda. Kondisi seperti ini bisa membutuhkan penanganan segera karena dapat berkaitan dengan infeksi atau cedera yang lebih serius.
Kenapa Gigi yang Sudah Ditambal Bisa Patah Lagi?
Gigi yang sebelumnya sudah banyak kehilangan struktur bisa menjadi lebih rentan terhadap tekanan. Apalagi kalau tambalan sudah lama atau gigi masih sering digunakan untuk menggigit makanan yang keras.
Kalau gigi yang pernah ditambal kembali patah, sebaiknya jangan langsung menambalnya sendiri atau menunggu sampai sakit. Dokter perlu melihat kondisi gigi secara keseluruhan untuk menentukan apakah cukup diperbaiki atau membutuhkan perawatan lain.
Cara Mencegah Gigi Patah
Menjaga gigi tetap sehat bisa membantu mengurangi risiko gigi menjadi rapuh. Sikat gigi secara rutin, bersihkan sela-sela gigi, dan lakukan pemeriksaan gigi secara berkala.
Selain itu hindari kebiasaan menggigit benda keras seperti es batu, pulpen, atau benda lain yang tidak seharusnya digigit. Kalau sering mengalami kebiasaan menggertakkan gigi, sebaiknya konsultasikan juga dengan dokter gigi.
Kesimpulan
Gigi patah setengah bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari gigi yang sudah berlubang atau lemah sampai benturan dan kebiasaan menggigit benda keras. Kondisinya juga tidak selalu disertai rasa sakit.
Walaupun tidak sakit, gigi yang patah tetap sebaiknya diperiksa. Gigi patah bisa diperbaiki pada banyak kondisi, tetapi jenis perawatannya tergantung pada seberapa besar dan dalam kerusakannya. Semakin cepat diperiksa, semakin jelas pilihan perawatan yang bisa dilakukan.